HARI PRAMUKA

Banyak orang memandang pramuka sebelah mata karena belum tahu sejarahnya. Menengok Sejarah pramuka dari tulisan Mas Adjar Ketua IGI Kab.Madiun

Mtsn3Mdn. Pak Dorojatun (SSHB IX) dekat dengan gerakan kepanduan atau yang sekarang di Indonesia dikenal dengan nama Gerakan Pramuka. Bahkan Putra Sang Fajar konon putra Kusno Subroto memberikan julukan pandu agung, untuk pemilik keris dapur jalak sangu tumpeng dengan nama Kyai Joko Piturun.

Kata “Pramuka” sendiri diusulkan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Kata itu berasal dari kata “Poromuko”, pasukan di Keraton Yogyakarta pada masa penjajahan Belanda, yang berdiri paling depan saat berperang.

Sri Sultan HB IX juga yang menerima Panji Gerakan Pramuka dari tangan Presiden Soekarno di halaman Istana Negara pada 14 Agustus 1961, tanggal yang kemudian dijadikan peringatan Hari Pramuka setiap tahunnya. Penyerahan panji itu menandai era baru gerakan pendidikan kepanduan di Indonesia, yang tadinya terdiri dari puluhan organisasi kepanduan menjadi satu, semuanya dilebur di dalam Gerakan Pramuka.


Pada Munas Gerakan Pramuka di Manado, merumuskan memorandum tentang perumusan ulang dari Dasa Dharma Pramuka, dan setelah itu diterbitkan dalam SK Kwartir Nasional Nomor. 036 / KN/ 79. Dan setelah empat kali perubahan, maka Dasa Dharma inilah yang kita gunakan pada saat ini.

Dasa Dharma Pramuka :
1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
3. Patriot yang sopan dan ksatria
4. Patuh dan suka bermusyawarah
5. Rela menolong dan tabah
6. Rajin, terampil dan gembira
7. Hemat, cermat dan bersahaja
8. Disiplin, berani dan setia
9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya
10.Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

#pembina Regu SAPI (Surya Admaja Pandu Indonesia). tahu kan, siapa surya admaja menantu prabu salya. Mas Adjar